Beranda > Blog

Blog
SUNterra

Apa itu Inverter Panel Surya?

Apa itu Inverter Panel Surya

Inverter merupakan salah satu komponen utama pada sistem panel surya, yang mengubah listrik DC menjadi AC sehingga dapat dikonsumsi oleh beban-beban yang ada.

Sistem PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) memanfaatkan teknologi fotovoltaik pada panel surya yang mengkonversikan radiasi sinar matahari dan temperatur menjadi arus listrik DC (Dirrect Current).

Namun, energi listrik yang dihasilkan oleh Sistem PLTS tersebut belum bisa langsung digunakan untuk mengisi beban yang ada di rumah.

Pasalnya, energi ini membutuhkan sebuah sistem inverter untuk mengubah arus listrik DC (Direct Current) dari panel surya menjadi arus listrik AC (Alternating Current).

Umumnya peralatan elektronik di rumah seperti kulkas, TV, AC, charger, lampu, pompa air, komputer, dan lain sebagainya menggunakan arus listrik AC.

Inverter merupakan salah satu komponen utama pada sistem panel surya, yang mengubah listrik DC menjadi AC sehingga dapat dikonsumsi oleh beban-beban yang ada.

Cara kerja inverter pada panel surya

Panel surya menyerap cahaya matahari dan menghasilkan enegi listrik DC. Untuk kebutuhan elektronik di rumah, umumnya menggunakan energi listrik AC bukan DC.

Panel surya menyerap energi radiasi dari cahaya matahari dan menghasilkan energi listrik DC, kemudian Solar Inverter berperan untuk mengubah energi listrik DC, menjadi energi AC untuk suplai ke arah beban. Hal ini menjadikan inverter sebagai hal yang esensial pada sistem PLTS.

Alur panel surya On Grid

Solar Inverter pada dasarnya mempunyai fungsi yang sama, yaitu mengubah arus listrik DC menjadi arus listrik AC. Selain fungsi dasar yang sama, inverter dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan teknologi yang digunakan, yaitu Power Optimizer, Microinverter, dan String Inverter.

  • Power Optimizer

Power optimizer adalah komponen yang berfungsi untuk mengatur atau menstabilkan voltase arus listrik DC yang dihasilkan dari masing-masing panel surya kemudian mengirimkan ke string inverter.

Dengan adanya power optimizer ini menjadikan arus listrik DC yang masuk ke string inverter lebih efisien dan stabil, karena tidak terpengaruh jika ada salah satu panel surya yang tidak bekerja secara maksimal karena cuaca mendung.

Power optimizer ini sendiri biasanya dipasang di dekat masing-masing panel surya, dan power optimizer ini tidak mengubah arus DC menjadi arus AC, tetapi berfungsi menstabilkan arus DC dari panel surya sebelum masuk ke string inverter.

Keuntungan dengan adanya power optimizer ini adalah arus listrik DC yang dihasilkan panel surya dan masuk ke inverter lebih stabil dan optimal serta bisa memonitor kinerja dari masing-masing panel surya. 

Kelemahannya tentu saja pada biaya yang lebih tinggi karena adanya tambahan komponen ini. Selain itu, untuk perawatannya juga lebih sulit karena posisinya yang berada di dekat panel surya, sehingga lebih sulit dijangkau.

Power optimizer ini cocok untuk kebutuhan PLTS atap yang lebih efisien.

Artikel ini menarik? Baca juga: Kenali WP pada Panel Surya

  • Microinverter

Microinverter juga biasa disebut distributed inverter, karena microinverter ini terpasang di setiap panel surya dan langsung mengubah arus DC dari masing-masing panel surya menjadi arus AC yang siap dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di dalam rumah. 

Jenis teknologi ini berbeda dengan string inverter yang menerima arus DC dari setiap panel surya yang terpasang dan mengubah menjadi arus AC.

Kelebihan dari microinverter ini adalah efisiensi dan optimalisasi kinerja dari panel surya (solar panel). Terutama, untuk sistem panel surya yang kompleks dan terpengaruh dengan cuaca berawan yang membuat penerimaan cahaya matahari tidak maksimal. 

Dengan microinverter di setiap panel surya, maka penerimaan yang berbeda-beda dari setiap panel surya tetap bisa optimal.

Kelemahan dari microinverter ini sendiri adalah biaya yang lebih tinggi dibandingkan string inverter ataupun power optimizer.

Selain itu, karena posisi inverter yang dekat panel surya otomatis membuat perawatannya lebih sulit. Apalagi untuk panel surya yang terpasang di atap rumah.

  • String Inverter

String inverter adalah solar inverter yang umum digunakan dalam sebuah sistem listrik tenaga surya atau PLTS atap. 

Setiap panel surya terhubung bersama melalui satu string atau multiple string dan dikoneksikan pada satu inverter (inverter terpusat), dimana inverter ini biasa diletakkan di dalam rumah.

Fungsi solar inverter ini akan mengubah energi listrik DC dari semua panel surya menjadi energi listrik AC untuk memenuhi kebutuhan listrik di dalam rumah.

Kelebihan dari string inverter ini adalah biaya yang lebih murah dan tahan lama serta mudah dalam perawatannya, karena pemasangan inverter yang mudah dijangkau.

Sedangkan kelemahannya adalah ketika salah satu panel surya menurun kemampuannya karena cuaca berawan maka akan mempengaruhi output listrik yang dihasilkan panel surya lain dalam satu string.

Namun, jika menggunakan multiple string, maka panel surya dalam string lainnya dapat mengakomodasi penurunan dari string lainnya.

Jadi string inverter ini kurang sesuai untuk sistem panel surya atap yang kompleks dan kondisi cahaya matahari yang sering berawan.

Sistem ini cocok untuk diterapkan pada sistem panel surya atap dengan tingkat cahaya matahari yang stabil dan pengguna yang mencari biaya yang lebih murah.

Demikian sedikit informasi seputar solar inverter yang dipergunakan dalam sistem listrik tenaga surya, terutama PLTS atap.

SUNterra dipercaya oleh ratusan pelanggan di Indonesia mulai dari sektor residensial, sosial, hingga komersil.

Selain menggunakan produk terbaik di dunia, kami memberikan garansi panjang pada seluruh kesatuan sistem panel surya. Semua disatukan dalam pelayanan memuaskan yang selalu siap menjawab kebutuhan pelanggan.

Ayo mulai konsultasikan kebutuhan Anda kepada kami. Gratis!

#SUNterraUntukNegeri

Artikel Lainnya